Eviyana Pimpin Rakor Kepala KUA Se-Kabupaten Tulang Bawang Barat

Tubaba ( Humas )— Kamis, 15 Oktober 2020 Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tulang Bawang Barat, melalui Kasubbag TU Dr. Hj. Eviyana, S.Ag., M.Pd.I memimpin Rapat Koordinasi membahas pengawasan terhadap orang asing dengan membentuk  Tim Pengawasan Orang Asing. Menindak lanjuti hasil dari Rapat Koodinasi yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kotabumi Lampung Utara yang dilaksanakan di Hotel Le Man Kabupaten Tulang Bawang. Bertempat di Ruang Kepala Sub Bag TU dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Se-Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Agenda rapat membahas pembentukan Forum Pengawasan orang asing Asing, berdasarkan Permenkumham No. 50 Tahun 2016 dengan memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi dan/atau lembaga pemerintahan, terkait mengenai hal yang berkaitan dengan Pengawasan Orang Asing. Evi menyampaikan Pengawasan terhadap Warga Negara asing meliputi pengawasan lalu lintas orang asing yang masuk atau keluar wilayah Tulang Bawang Barat, serta pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di Tulang Bawang Barat. Evi berharap dengan diselenggarakannya rakor mempermudah koodinasi untuk mengawasi orang asing dan orang hilang juga untuk meningkatkan senergitas antara anggota tim sebagai langkah menjaga stabilitas keamanan akibat upaya pengaruh orang asing.

Bacaan Lainnya

Di satu sisi, kehadiran orang asing baik itu untuk kepentingan bernuansa politik, ekonomi, sosial budaya maupun investasi asing, memang sangat dibutuhkan sepanjang membawa manfaat bagi pembangunan dan pengembangan di Kabupaten Tulang Bawang. “namun  dampak negatifnya juga harus diwaspadai, “ ungkap Evi. Untuk itu, kehadiran Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) di Kabupaten Tulang Bawang sebagai wadah tempat tukar-menukar informasi sehubungan dengan perlintasan, keberadaan dan kegiatan orang asing merupakan hal penting, sehingga kewaspadaan dan pengawasan yang tidak berlebihan dan memicu terganggunya kenyamanan dan kelancaran aktivitas orang asing dapat dilakukan. Oleh karena itu pengumpulan informasi dan data keberadaan orang asing secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten sampai dengan provinsi sangat perlu dilakukan dan juga pelaksanaan dan pengaturan hubungan serta kerja sama dalam rangka pengawasan orang asing. Yang lebih terpenting adalah adanya pernikahan yang terjadi antara warga negara Indonesia dengan warga asing apakah sudah tercatat atau tidak, hal inilah yang perlu pengawasan.

Agenda selanjut membahas tupoksi dari penyuluh yang berada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat. Evi mengatakan penyuluh agama menjadi ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat dan paling sering bersentuhan dengan masyarakat. Penyuluh agama di setiap agama memiliki peran yang sangat strategis di masyarakat atau terhadap umat beragama, Oleh karena itu penyuluh perlu mengetahui fungsi utama yang melekat padanya. diantaranya, penyuluh sebagai tempat memperoleh informasi berkenaan dengan kehidupan keagamaan, sebagai soko guru yang mendidik umat sejalan dengan kitab suci masing-masing, Sebagai  advokatif yaitu penyuluh berperan untuk membela kelompok/umatnya dari sasaran ancaman dan gangguan dan penyuluh sebagai tempat bertanya, mengadu bagi umat untuk penyelesaian masalah. Penyuluh harus memiliki kapasitas pengetahuan untuk memberikan solusi ketika ada masyarakat atau umat beragama. Dengan demikian, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, penyuluh perlu mengetahui tiga komponen multikultural, yakni kultur budaya dalam konteks agama, keragaman kultur, dan cara merespons keragaman kultur. Pembahasan terakhir terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh segenap warga terutama pada kantor Kementerian Agama kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *