Ka. Kankemenag Kab.Tubaba Dampingi Kakanwil Kemenag Prov. Lampung Buka Diklat Subtantif Penguatan Kepala Madrasah Angkatan 18 & 19

Tubaba ( Humas )—  Dalam upaya memperkuat kompetensi Kepala Madrasah, bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Palembang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar Diklat Kerja Sama (DKS) Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah. Bertempat di  di Aula Madrasah Aliyah Negeri  1 Tulang Bawang Barat, Senin (26/10/2020). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung  Drs. H. Juanda Naim, MH didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat H. Helmi, S.Ag., S.Pd., M.M buka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Substantif Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah. Kehadiran Drs. H. Juanda Naim, M.H juga dalam rangka meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di MAN 1 Tulang Bawang Barat.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementrian Agama Provinsi Lampung, Kasubag TU, Para Kasi di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Tulang Bawang Barat, Widiyaiswara, Pengawas Madrasah.

Dokumen Humas Kemenag Tubaba

Dalam laporannya Ketua Panitia menyampaikan bahwa Diklat Subtantif Penguatan Kepala Madrasah Kabupaten Tulang Bawang Barat Angkatan 18 & 19 ini merupakan kerjasama Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan BDK Palembang. Tujuan diklat penguatan kepala madrasah adalah untuk memperkuat kompetensi kepala madrasah pada bidang Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, Kepemimpinan, Penguatan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Madrasah Berdasarkan 8 Setandar Nasional Pendidikan intinya untuk menguatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Diikuti oleh 80 peserta diklat,  dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 26 – 31 Oktober 2020 yang meliputi 75 jam pelatihan.

Bacaan Lainnya

Sebelum membuka secara resmi, dalam arahannya Drs. H. Juanda Naim, M.H mengapresiasi Kantor Kemenag Kabupaten Tulang Bawang Barat atas terselenggaranya Diklat Kerja Sama Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah seraya berdoa semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan Kualitas Pendidikan Madrasah khusunya di Provinsi Lampung. Juanda menyampaikan Madrasah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik karena madrasah sebagai organisasi  yang di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan menentukan, sedangkan unik karena madrasah memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi lain.

Dokumen Humas Kemenag Tubaba

Lebih lanjut Juanda menyampaikan Keberhasilan manajemen dalam mencapai tujuan pendidikan madrasah sangat ditentukan oleh keberhasilan seorang manajer yaitu Kepala Madrasah dalam mengelola tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di Madrasah. Kepala madrasah adalah salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia khususnya kinerja guru yang mempunyai visi yang jelas, komplit tentang madrasah dan berorientasi ke masa depan. Kepala madrasah dikatakan kompeten dan profesional apabila mereka mampu melaksanakan perannya sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab dalam memimpin madrasah dan mampu memahami keberadaan madrasah sebagai organisasi yang kompleks dan unik. Tanggung jawab kepala madrasah dalam melakukan tugas utamanya adalah sebagai guru yang melakukan pembelajaran, sedangkan tugas tambahan sebagai pemimpin yang selanjutnya disebut tugas yang berkaitan dengan manajerial, perencanaan strategis, supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran, dan manajemen keuangan.

Juanda menjabarkan dalam ketentuan umum Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 disebutkan bahwa kepala madrasah adalah pemimpin Madrasah yang melaksanakan tugas manajerial, mengembangkan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Kepala madrasah harus memiliki 5 kompetensi Kepala Madrasah yaitu : Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Manajerial, Kompetensi kewirausahaan, Kompetensi Supervisi, Kompetensi Sosial. Kepala Madrasah harus menguasai ketrampilan dan kompetensi tertentu yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya, untuk melakukan sesuatu jabatan, dan bukan semata-mata pengetahuan saja. Kompetensi menuntut kemampuan kognitif, kondisi afektif, nilai-nilai dan ketrampilan tertentu yang khas dan spesifik berkaitan dengan karakteristik jabatan atau tugas yang dilaksanakan.

Sebagai Kepala Madrasah dituntut untuk memiliki Komitmen yang tinggi untuk memajukan madrasah yang ditunjang dengan akhlaqul karimah yang akan mempercepat terwujudnya madrasah yang berkarakter, unggul dan berkualitas sehingga siap berkompetisi dengan sekolah-sekolah yang lain. Manajemen Kepala Madrasah dengan kinerja guru sangat erat kaitannya dalam menentukan tujuan pendidikan yang menjadi target utama dalam pendidikan. Juanda menegaskan salah satu tugas kepala madrasah adalah menciptakan pendidikan yang berkarakter. Pendidik harus menjadi corong dan teladan kepada anak didiknya, pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani, dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.(Esw/Mai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *