Penyuluh Agama Hindu Non PNS Berikan Pesan Dharma Pada Piodalan Pura Dharma Murti

Tubaba ( Humas )—  Bertempat di Pura Dharma Murti Tiyuh Gunung Menanti, Kec.  Tumijajar,  Kab.  Tulang Bawang Barat dalam rangka memperingati acara Piodalan Pura Penyuluh Agama Hindu Non PNS Sunarno menyampaikan pesan Dharma/Dharma Wacana. Dihadiri Romo Mangku dan seluruh umat dari Tiyuh Gunung Menanti dan  Kelurahan Daya Murni Piodalan pura berlangsung pada Sabtu (31/10/2020) berjalan dengan tertib dan lancar.

Dalam pesan Dharmanya Sunarno menyampaikan bahwa Upacara Piodalan adalah upacara pemujaan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dengan segala manifestasinya. Piodalan ini juga juga disebut dengan pertitayan, petoyan dan puja wali, termasuk dalam upacara Dewa Yadnya, Dewa Yadnya bermakna upacara korban /persembahan suci yang tulus ikhlas sebagai rasa bakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan seluruh manifestasi-Nya. Lebih lanjut Sunarno menjelasakan Piodalan juga dimaknai wedal yang artinya keluar, turun atau dilinggakannya dalam hal ini Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya menurut hari yang telah ditetapkan untuk pemerajan, pura, kahyangan yang bersangkutan.

Bacaan Lainnya

Sunarno menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara Piodalan ini ada 3 tingkatan yang dapat dilalui yaitu Nista, Madya dan Utama, untuk pelaksanaannnya upacara Piodalan Umat Hindu berpedoman pada ajaran Catur Marga, Catur artinya 4 dan Marga artinya jalan, jadi kalau di jabarkan Catur Marga makna 4 jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin. Dalam paparannya dijelaskan keempat jalan itu diantaranya pertama Bhakti Marga adalah usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin  dengan jalan sujud bakti kepada Tuhan. Dengan bersujud, cinta, berdoa mohon perlindungan serta mengucap syukur atas perlindungannya, maka Sang Pencipta akan menuntun untuk mencapai kesempurnaan. Kedua Jnana Marga suatu jalan dan usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin dengan mempergunakan kebijaksanaan filsafat (Jnana). Dalam usaha untuk mencapai kesempurnaan dengan kebijaksanaan itu, hendaklah dengan keinsyafan, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang bersumber dari alam, yang di dalam kitab suci Weda disebut Brahman atau Purusa.

Selanjutnya dijabarkan yang ketiga Karma Marga mengandung arti jalan atau usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin dengan melakukan kebajikan, tiada terikat oleh nafsu hendak mendapat hasilnya berupa kemasyhuran, kewibawaan, keuntungan, dan sebagainya, melainkan melakukan kewajiban demi untuk mengabdi, berbuat amal kebajikan untuk kesejahteraan umat manusia dan sesama makhluk. Karna Marga adalah segala usaha, pengabdian kebijaksanaan, amal dan pengorbanan itu bukan dari dirinya sendiri melainkan dari Tuhan dan terakhir Raja Yoga Marga adalah suatu jalan dan usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin melalui pengabdian diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu mulai berlangsung dan berakhir pada konsentrasi. yoga sendiri mengandung pengertian tentang pengekangan diri. Dengan pengendalian diri yang ketat, tekun dalam yoga, maka persatuan Atman dengan Brahman akan tercapai. (kemenagtbb/esw/al)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *