WHDI Tiuh Murnijaya Laksanakan Pesantian

Tubaba (Humas) — , Melaksanakan Dharmasanti sebagai salah satu kegiatan menanamkan rasa Sradha dan Bhakti bagi WHDI Tiuh Murnijaya juga sebagai wadah untuk menjalin simakrama dan Perkuat Rasa Persatuan dan Kesatuan antar wanita Hindu di Murnijaya. Bertempat disalah satu rumah umat, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu minggu sekali ini dihadiri sebanyak 30 orang. Hadir dalam kegiatan dharma santi Ketua WHDI Kecamatan Tumijajar Dwi Rita Astuti, A.Md. K.Bid., Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat Eko Sri Wulan, S.Ag.

Dalam Sambutannya Rita mengatakan Dharmasanti WHDI ini sangat penting dalam menjalin kekompakan dan kebersamaan sesama Wanita Hindu di Tiuh Murnijaya. Rita menambahkan kegiatan ini sekaligus sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Srada dan Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain mengemban tugas sebagai Ketua WHDI Rita juga sebagai Petugas Medis, menghimbau kepada seluruh umat untuk selalu mematuhi dan menjalankan protocol kesehatan dimasa pandemic Covid-19 ini. Dengan bersama-sama mematuhi dan menjaga diri sendiri dengan selalu menjaga jarak, memakai masker, selalu mencuci tangan.

Bacaan Lainnya
membaca Sloka dalam Bhagawadgita

Selanjutnya materi Dharma Wacana disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang, yang menyampaikan materi tentang Sradha dan Bhakti. Wulan menjelaskan perkembangan jaman yang begitu pesat dengan perubahan yang terjadi terus-menerus disertai dengan meningkatnya dinamika sosial pergaulan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh terhadap tingkat Sradha dan Bhakti. Banyaknya Informasi yang diterima dari berbagai aspek kehidupan, baik itu yang bersifat positif maupun negative dapat mengubah pola berfikir, bertindak, berperilaku serta cara melaksanakan bhakti. Wulan berpesan kepada WHDI di Tiuh Murnijaya

untuk bersama-sama membentengi diri agar tetap menjaga dan meningkatkan Sradha Bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa ditengah-tengah perubahan ini. Lebih lanjut wulan menjelaskan bahwa diperlukan situasi yang suci, kedamaian hati,  kesakralan, dan rasa bhakti dalam melaksanakan persembahyangan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (kemenagtubaba/esw/ai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *