Seksi Bimas Islam Kemenag Tubaba Adakan Penguatan Moderasi Beragama

Tubaba (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, H. M. Isa, S. Ag., M. Pd. I., didampingi Kasi Bimas Islam, H.Hizbullah Safari, S. Ag., membuka Acara Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam , pada Kamis, 31 Maret 2022, bertempat di Aula PLHUT.

Kegiatan tersebut diikuti 69 peserta , yang merupakan Penyuluh Agama Islam , se Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Bacaan Lainnya


Dalam arahannya, M Isa menyampaikan program prioritas Kementerian Agama,antara lain yaitu penguatan moderasi beragama. Moderasi (wasath) dalam Alquran antara lain disebutkan “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. AL Baqoroh 143).


Penguatan Moderasi Beragama, menghadirkan narasumber dari Pusat Kajian Moderasi Beragama (PKMB) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Adapun narasumber tersebut adalah . Dr. Agus Hermanto, M.H.I., Siti Wuriyan, M.Kom.I dan Rudy Irawan, M.S.I.


Sebagaimana diketahui, Bangsa Indonesia mempunyai berbagai suku, agama, bahasa dan budaya yang kesemuanya merupakan Bhineka Tunggal Ika, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu harus dijaga dan dirawat sebagai kekayaan bangsa.


Dalam paparannya, Agus menyampaikan bahwa moderasi Beragama adalah pilihan dalam cara pandang, sikap, dan perilaku yang tengah –tengah diantara berbagai pilihan, selalu bertindak adil, seimbang, tidak ekstrim dan berlebihan dalam beragama.


Lebih lanjut beliau menyampaikan tentang prinsip-prinsip yang terdapat dalam Moderasi Beragama yaitu prinsip seimbang, jalan tengah, lurus dan tegas, toleransi, egaliter, musyawarah, reformasi,dinamis inovatif dan berkeadaban.Moderasi Beragama bertujuan agar terciptanya toleransi dan Kerukunan Umat beragama. Namun demikian ada tantangan dalam Moderasi Beragama, antara lain, menguatnya radikalisme, tekstual, simbolik, klaim kebenaran tunggal, penolakan atas perbedaan.

Kegiatan tersebut dimonitoring oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, yang diwakili oleh Sub. Koordinator Penyuluh Agama, Hj. Halimah Tusadiyah, S. Ag. M. Pd. I, Nikmata Asraf M. SH, dan Farhiyah SE. Dalam monitoring tersebut, para peserta diminta mengerjakan pre-test dan post–test, untuk evaluasi terhadap materi yang disampaikan. (Nf/Bm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *