Tingkatkan Sradha dan Bhakti Pasraman Gita Saraswati Laksanakan Tri Sandhya

Tulang Bawang Barat, Kemenag (Humas) – Kegiatan rutin Pasraman Gita Saraswati melalui pesantian yang dilaksanakan setiap sore hari dalam rangka meningkatkan rasa Sradha dan Bhakti seluruh Sisya Pasraman dengan melaksanakan Tri Sandhya. Pasraman merupakan wadah untuk belajar di luar jam belajar sekolah, bertempat di Pura Dharma Putra Tiuh Murni jaya, Selasa (30/05/23) diikuti oleh siswa pasraman kelas Brahma, dan Wisnu.

Pesantian diawali dengan mengumandangkan kidung-kidungan rohani yang diikuti seluruh siswa Pasraman, memasuki acara kedua yaitu melaksanakan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa. Dalam memimpin setiap sembahyang akan dilakukan secara bergiliran dengan tujuan agar semua siswa memiliki keberanian dalam memimpin sebuah kelompok kecil yang terdiri dari kawan-kawannya.

Bacaan Lainnya

Acara inti yaitu diskusi atau dharma tula yang dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat Eko Sriwulan, dengan materi cinta kasih/prema. Wulan menjelasakan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mencari kedamaian hati, dengan cara mudah, salah satunya adalah dengan melaksanakan Tri Sandhya seperti ini, bisa memberikan rasa cinta kasih kedamaian dan ketenangan hati.

wulan menjelasakan kepada siswa Pasraman bahwa Agama Hindu merupakan ajaran Agama yang diturunkan, diwahyukan atau disabdakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, pada dasarnya bertujuan untuk mengarahkan umat-Nya pada kedamaian dan perdamaian. Setiap agama mewajibkan umatnya untuk memperoleh kedamaian dengan menjaga dan mengembangkan perdamaian di antara sesama manusia karena pada dasarnya kita adalah satu keluarga besar umat manusia.

Lebih lanjut Wulan menjelaskan Agama Hindu sebagai agama penerus Sanatana Dharma, kitab Suci Veda sebagai pedoman perilaku dalam segala peri kehidupan penganutnya, memiliki nilai-nilai luhur dalam menciptakan dan menumbuh kembangkan kedamaian di muka bumi. Dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran ahimsa, (tanpa kekerasan/tidak melakukan penyiksaan), Vasudeva Kutumbhakam (semua ciptaan-Nya bersaudara), Tat Twam Asi (Engkau adalah Aku), Tri Kaya Parisudha (Berpikir, Berkata, dan Berbuat yang baik dan benar), Tri Hita Karana (hubungan yang harmonis/keselarasan antara Tuhan, Sesama manusia, dan lingkungan. (Nf/Esw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *