Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, Kepala Kemenag Tekankan 3 Hal

Tulang Bawang Barat, Kemenag (Humas) – Kurikulum Madrasah mengemban dua amanat besar, pertama membekali peserta didik kompetensi, sikap, dan keterampilan hidup agar bisa menghadapi tantangan zaman, kedua mewariskan karakter dan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat, Drs. H. Sanusi, dalam pengarahan pada Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, yang berlangsung di MTs dan MA PSA Istiqomah Islamiyah, Rabu 6 Maret 2024.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor membuka secara resmi workshop tersebut, didampingi Kasi Pendidikan Islam, Hj. Nuning Herwiyati, M.P.d.I, dan diikuti Kepala dan guru madrasah.

Sanusi dalam arahannya juga menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka bukanlah pengganti dari kurikulum 2013, tetapi Kurikulum Merdeka memperkuat dan memperbaiki kurikulum sebelumnya.

Ada 3 hal yang perlu ditekankan dalam implementasi kurikulum merdeka, yaitu pertama, otorisasi dalam pengelolaan pembelajaran di Satuan Pendidikan melalui Kurikulum Operasional Madrasah. Kedua, Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila.Ketiga pembelajaran berbasis projek Merdeka Belajar.

Selanjutnya Beliau mengharapkan kepada segenap peserta kegiatan untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk respon perkembangan dunia pendidikan yang semakin komplek.

Seperti diketahui Kurikulum Merdeka memberikan titik tekan kepada peserta didik. Pembelajaran untuk mengakomodir keberagaman bakat, minàt, dan potensi siswa yàng terus dikembangkan. (Nf/Tk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *